<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5733756576308077926</id><updated>2011-04-21T12:52:47.413-07:00</updated><title type='text'>dialektika jiwa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aminfikar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aba hirzihim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09192297915103807489</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5733756576308077926.post-3038387119375362694</id><published>2009-03-12T21:06:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T21:09:47.702-07:00</updated><title type='text'>Ajaran Tarekat Sufi; Sesuai al-Qur'an dan Tradisi Nabi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Z6FdT2lIlTw/SbncdxmIWXI/AAAAAAAAABY/FfxGyyh4GQ8/s1600-h/%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%88%D9%85%D9%89.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z6FdT2lIlTw/SbncdxmIWXI/AAAAAAAAABY/FfxGyyh4GQ8/s320/%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%88%D9%85%D9%89.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312519639547795826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ajaran sufi dalam tasawuf tidak keluar dari ajaran al-Qur`an, al-Sunnah dan tradisi para&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sahabat. Karena kekayaan khazanah dan tradisinya terinspirasi dan bersumber –secara&lt;br /&gt;istinbâthi- langsung dari al-Qur`an baik tentang esensi kejiwaan serta moralitas sufisme&lt;br /&gt;yang terejawantahkan oleh maqâmât dan ahwâl shûfiyyah sekalipun, benihnya&lt;br /&gt;bersumber dari al-Qur`an. (lihat; Dr. Abu al-Wafa al-Taftazani, Madkhal ilâ al-Tashawwuf&lt;br /&gt;al-Islâmi, Dar al-Tsaqafah, Cairo, cet. III, hlm. 42.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semisal sulûk (perilaku) dan segenap pengembaraan dzauq (rasa) dalam tangga&lt;br /&gt;mujahadah dan riyadhah-pun, merujuk pada perjalanan zhahir dan batin Rasulullah.&lt;br /&gt;Maka bisa dikatakan bahwa, ajaran tasawuf tiada lain adalah buah ranum yang tumbuh&lt;br /&gt;dari lubuk nash al-Qur`an dan sunnah nabawiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, di dalam al-Qur`an bertaburan ayat-ayat yang menganjurkan dan&lt;br /&gt;memberi rangsangan pada setiap hamba untuk melakukan pendakian tangga-tangga&lt;br /&gt;maqâmât; seperti mujahadat al-nafsi (Q.S. al-Ankabut: 69, dsb), ketakwaan (Q.S. al-&lt;br /&gt;Hujarat: 13, dsb), zuhud (Q.S. al-Nisa`: 77, dsb), tawakkal (Q.S. al-Taubah: 51, dsb)&lt;br /&gt;syukur (Q.S. Ibrahim: 7, dsb) , sabar (Q.S. al-Baqarah: 155, dsb), ridha (Q.S. al-Maidah:&lt;br /&gt;119,dsb), dan mahabbah (Q.S. al-Maidah: 54, dsb). Begitu juga tersebar ayat-ayat al-&lt;br /&gt;Qur`an yang mendorong setiap jiwa untuk melintasi derajat ahwâl, seperti khauf (Q.S.&lt;br /&gt;al-Sajdah: 16, dsb) , raja` (Q.S. al-Ankabut: 5, dsb), dzikir (Q.S. al-Ahzab: 41, dsb) ,&lt;br /&gt;berdo'a dan bermunajat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu diketahui, ‘semprongan’ wahyu al-Qur’an tersebut masih bersifat mujmal&lt;br /&gt;(global), yang tentunya masih memerlukan bayân (penjelasan) dari seorang yang&lt;br /&gt;disebut al-mubîn atau al-khabîr.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw., adalah al-khabîr al-awal. Segala praktek ibadah –seperti sholat, puasa,&lt;br /&gt;haji dsb.- tidak akan terealisasikan dengan benar tanpa mengikuti petunjuk, ajaran,&lt;br /&gt;metode dan cara-cara yang diberikan Rasul. Maka, pada masa Rasul masih hidup,&lt;br /&gt;secara otomatis sunnah rasul menjadi tharîqah atau jalur tunggal menuju bahtera&lt;br /&gt;khazanah Islam. Segala tafsir dan takwil ayat-ayat al-Qur`an berikut permasalahan&lt;br /&gt;amaliyah dan ubudiyah umat Islam pun bisa dikonsultasikan dan ditemukan jawabannya&lt;br /&gt;melalui petunjuk langsung darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jumhur ulama bersepakat bahwasanya belum semua ayat-ayat al-Qur`an dijelaskan&lt;br /&gt;maknanya oleh Rasulullah Saw. Hal ini bukan berarti hanya mempunyai satu hikmah&lt;br /&gt;untuk memberi ruang berpikir bagi umat islam atas makna ayat al-Qur`an seperti yang&lt;br /&gt;didakwakan beberapa ulama pengkaji ilmu tafsir. Namun lebih dari itu hikmah yang&lt;br /&gt;sebenarnya adalah karena akan terlahir sejatinya para pewaris Rasul (ulama) pada tiap&lt;br /&gt;kaum, tempat dan kurun waktu tertentu. Sebagaimana para nabi dan rosul, maka&lt;br /&gt;hakekat ilmunya juga bersifat wiratsah bukan diratsah, wahbi bukan kasbi, yang&lt;br /&gt;dianugerahi berlimpah ilmu hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian paska wafatnya Rasul, kecakapan penafsiran, penakwilan serta istinbath&lt;br /&gt;hukum tersebut diwarisi oleh orang-orang mukmin dari golongan para sahabat maupun&lt;br /&gt;tabi’in. Meskipun mereka, pada waktu itu memang tidak masyhur memakai julukan sufi&lt;br /&gt;ataupun mutashawwifah -dikarenakan gelar “al-Sahabah” lebih patut bagi mereka yang&lt;br /&gt;hidup di zaman, di mana Islam masih di bawah bimbingan langsung “al-Musthofa” ,&lt;br /&gt;Sang Maestro Sufi- namun secara maknawi dalam tataran amalannya -semisal zuhud,&lt;br /&gt;sabar dan syukur- tidak menafikan bahwasanya mereka juga tergolong sufi (Baca; as-&lt;br /&gt;Syeikh Abdul qodir Isa, Haqoiq an at-Tasawuf, al-Muqattam li nasyr wa at-Tauzi’, cet&lt;br /&gt;keV, th 2005, hl 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan praktek tasawuf yang terejawantahkan oleh karateristik ritual tarekat mempunyai&lt;br /&gt;benang merah dengan ritual para sahabat. Hal ini sebagaimana tersebutkan dalam&lt;br /&gt;salah satu riwayat, bahwa munculnya ragam tarekat berakar dari bedanya&lt;br /&gt;kecenderungan –khusus- ahwâl sahabat dalam mengikuti sunnah Rasul. Sahabat Abu&lt;br /&gt;Bakar al-Shiddiq, karena lebih suka berdzikir dengan cara khalwah (menyepi), maka&lt;br /&gt;darinya muncullah tharîqah khalwâtiyyah. Sementara sahabat Ali bin Abi Thalib, karena&lt;br /&gt;lebih gandrung menyebut nama Allah dengan hati, maka tarekatnya disebut&lt;br /&gt;Naqsyabandiyyah yang diderivasikan dari kata naqsyun (mengukir) nama Allah dalam&lt;br /&gt;hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ruh tarekat inipun berkembang, yang kemudian sempat bersinggungan pada&lt;br /&gt;masa Imam al-Junaid. Dan paska al-junaid, tarekat lantas kembali terbagi, khususunya&lt;br /&gt;pada era keemasan lahirnya para al-Aqthâb al-Arba’ah (kutub-kutub sufi).. Tharîqah&lt;br /&gt;Kholwatiyah lebih dijiwai oleh tarekatnya Sayyid Ahmad al-Rifa’i (512-578.H) dan Sayyid&lt;br /&gt;‘Abd al-Qodir al-Jailani (w, th.561 H), sedangkan tarekatnya Sayyid Ahmad al-Badawi (w,&lt;br /&gt;th 675 H) Abu al-Hasan al-Syadzili (593-656.H) dan Ibrahim al-Dasuqi (653-696. H)&lt;br /&gt;bernafaskan Naqsyabandiyah. Demikian ragam tarekat tersebut terus berkembang&lt;br /&gt;sepanjang zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perlu dipahami dan diyakini, bahwa ilmu para auliya’ tiada lain adalah cidukan dari&lt;br /&gt;bahtera ilmu Rasulullah. Maka setinggi apapun kita memuliakan ilmu para wali tidak&lt;br /&gt;akan pernah bisa melengserkan keagungan singgasana Baginda Rasul yang telah&lt;br /&gt;tertitahkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh kosmos (Rahmatan lil ‘âlamîn). Rahmat&lt;br /&gt;Rosululah tersebut sebagai rahmat îjâd, sedang rahmat yang dianugerahkan kepada&lt;br /&gt;para wali sebagai Rahmat imdâd (madad dari Rosul). Maka dengan mentaati,&lt;br /&gt;mengagungkan para pewaris nabi tersebut, dengan sendirinya berarti juga patuh dan&lt;br /&gt;memuliakan pada “al-Qosim”, Rasulullah Saw., yang juga akan menambahkan cinta&lt;br /&gt;yang dahsyat pada “al-Mu’thi”, Allah Swt. Oleh karena sangat tepat jika Rosulullah telah&lt;br /&gt;berpesan kepada umatnya;&lt;br /&gt;عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي&lt;br /&gt;"Hendaklah kamu berpegang pada sunahku (Nabi), dan sunahnya segenap al-khulafa&lt;br /&gt;al-Rosyidin al-Mahdiyin setelahku.."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5733756576308077926-3038387119375362694?l=aminfikar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aminfikar.blogspot.com/feeds/3038387119375362694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/2009/03/ajaran-tarekat-sufi-sesuai-al-quran-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default/3038387119375362694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default/3038387119375362694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/2009/03/ajaran-tarekat-sufi-sesuai-al-quran-dan.html' title='Ajaran Tarekat Sufi; Sesuai al-Qur&apos;an dan Tradisi Nabi'/><author><name>aba hirzihim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09192297915103807489</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z6FdT2lIlTw/SbncdxmIWXI/AAAAAAAAABY/FfxGyyh4GQ8/s72-c/%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%88%D9%85%D9%89.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5733756576308077926.post-647935715683744864</id><published>2009-03-10T09:30:00.001-07:00</published><updated>2009-03-10T09:40:04.580-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Z6FdT2lIlTw/SbaV7A5rr7I/AAAAAAAAABI/HK1rIvvQnYo/s1600-h/diriku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 170px; height: 163px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z6FdT2lIlTw/SbaV7A5rr7I/AAAAAAAAABI/HK1rIvvQnYo/s320/diriku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311597651616837554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aba Hirzihim sebuah kuniah dari nama asli Aminul Fikar, pria kelahiran kota pemalang jawa tengah ini untuk pertama kalinya mencicipi hidangan ilmu agama di pesantren Al Asy'ariyyah wonosobo di bawah asuhan KH. Muntaha Al hafidz rohimahullahu.&lt;br /&gt;setelah tamat dari jenjang pendidikan aliyah lalu melanjutkan kembara studinya ke negri seribu menara. sampai saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat terakhir fakultas ushuludin fokus studi tafsir di Universitas Al Azhar Kairo Mesir.&lt;br /&gt;Dan selalu berharap menjadi salah satu santri yang terakreditasi di Mazra'atul Kiram. Semoga!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5733756576308077926-647935715683744864?l=aminfikar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aminfikar.blogspot.com/feeds/647935715683744864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/2009/03/aba-hirzihim-sebuah-kuniah-dari-nama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default/647935715683744864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default/647935715683744864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/2009/03/aba-hirzihim-sebuah-kuniah-dari-nama.html' title=''/><author><name>aba hirzihim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09192297915103807489</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z6FdT2lIlTw/SbaV7A5rr7I/AAAAAAAAABI/HK1rIvvQnYo/s72-c/diriku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5733756576308077926.post-6579408396207909648</id><published>2009-03-09T21:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T21:13:02.363-07:00</updated><title type='text'>Bermadzhab dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 0);"&gt;kesempurnaan sudah barang tentu menjadi syarat mutlak bagi agama islam yang merupakan penutup risalah di muka bumi ini. seperti yang telah di jelaskan dalam Alquran " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hari ini telah Aku (Allah) sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku sempurnakan pula nikamtKu bagimu&lt;/span&gt;". kesempurnaan syariat islam meliputi setiap aspek kehidupan makhluk ciptaan-Nya. bukan cuma diwahyukan untuk golongan manusia saja melainkan pula sebagai risalah yang di tujukan pada golongan selainnya. dan bukan cuma terpaku pada sebagian masa akan tetapi faliditas syariat islam melintas sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai salah satu implementasi dari pemungkas risalah samawi islam selalu memberikan sebuah solusi yang demokratif di setiap orientasi undang-undang hukumnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;syariah&lt;/span&gt;).hal ini seperti yang terpotret indah dalam kehidupan bermadzhab kaum muslimin. pada dasarnya, meski kodifikasi madzhab mulai didengungkan setelah masa sahabat namun sejatinya esensi bermadzhab itu sendiri sudah terwujud sejak zaman Rosulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sallallahu alaihi wa sallam&lt;/span&gt;. hal ini telah diisyaratkan oleh sabda beliau." &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ashaabiy kannujumi biayyihim iqtadaitum ihtadaitum&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadist tersebut memeberikan pemahaman akan esensi dari bermadzhab itu sendiri. para sahabat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radliyallahu anhum&lt;/span&gt; merupakan tranmisi ajaran-ajaran Rasulullah, dalam hal ini Beliau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sallallahu alaihi wa sallam &lt;/span&gt;memberikan sikap toleransinya kepada kaum muslimin dalam mentransfer ajaran agama dari sahabat-sahabatnya yaitu dengan menjadikan salah satu di antara sahabatnya sebagai referensi yang harus diikuti oleh generasi sesudahnya. adapun bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tasyri'&lt;/span&gt; sahabat dalam bermadzhab telah banyak dikisahkan dalam beberapa redaksi hadits yang dalam hal ini lebih banyak ditemukan pada hadits-hadits yang berkaitan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;istifsar&lt;/span&gt; (pertanyaan seputar hukum) para sahabat kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bermadzhab di sisi lain sebagai salah satu bentuk aplikatif atas kemoderatan hukum islam, secara fungsional juga sebagai solusi memudahkan kaum muslimin dalam mencari sebuah hukum. hal ini senada dengan apa yang telah diultimatumkan oleh Rasulullah dalam sabdanya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yassiru wa la tu'assiru&lt;/span&gt;..."&lt;br /&gt;seorang yang mampu menjelmakan rahasia disetiap peraturan hukum islam, akan merasakan betapa indahnya islam dalam memeberikan undang-undang hukumnya yang begitu syarat akan hikmah yang terkandung di dalamnya. dan pada akhirnya jargon islam sebagai agama yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;solihun likulli zamanin wa makanin&lt;/span&gt; akan semakin menyatu dalam wujud dirinya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wallahu a'lam bi as-shawabi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5733756576308077926-6579408396207909648?l=aminfikar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aminfikar.blogspot.com/feeds/6579408396207909648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/2009/03/bermadzhab-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default/6579408396207909648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default/6579408396207909648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/2009/03/bermadzhab-dalam-islam.html' title='Bermadzhab dalam Islam'/><author><name>aba hirzihim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09192297915103807489</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5733756576308077926.post-2905235833961516427</id><published>2009-03-09T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T21:17:21.513-07:00</updated><title type='text'>Esensi Hak Asasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perdebatan seputar hak asasi manusia seolah-olah menghantam secara dahsyat&lt;br /&gt;reputasi Islam. Walaupun realitanya hanyalah manipulasi jargon yang diagung-agungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta membuktikan bahwa propaganda hak asasi manusia bersifat&lt;br /&gt;utopia belaka. Kedok hak asasi yang didengungkan oleh dunia internasional&lt;br /&gt;hanyalah kelaliman dan tirani. Seperti maraknya free seks, diktatorisme,&lt;br /&gt;matrealisme dan hedonisme. Tidak ada norma dan etika yang mengakui tirani,&lt;br /&gt;tapi mau tidak mau tindakan kejam tersebut adalah sebuah keniscayaan yang&lt;br /&gt;lambat laun pasti digilas oleh seleksi alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang manfa'at utama hak asasi manusia tidak dimonopoli oleh satu agama&lt;br /&gt;saja, sebagaimana Islam memiliki orientasi universal dan komprehensif, seperti&lt;br /&gt;memuliakan harkat dan martabat manusia, memberikan lapangan pekerjaan dan&lt;br /&gt;hak hidup setiap warga negara. Syahdan, terpenuhinya kebutuhan makan dan&lt;br /&gt;terjaminnya kebebasan merupakan kewajiban setiap orang yang bertanggung&lt;br /&gt;jawab terhadap komunitas tertentu, mulai dari tingkat keluarga sampai negara,&lt;br /&gt;begitulah menurut kacamata Islam. Setiap pemimpin seharusnya menunaikan&lt;br /&gt;kewajiban dan tugasnya sesuai dengan amanat yang diembannya. Dengan kata&lt;br /&gt;lain, tidak ada hubungan antara kepemimpinan dengan kesalehan ritual serta&lt;br /&gt;tindakan atas nama agama. Sebab esensi dari sebuah kepemimpinan adalah&lt;br /&gt;keadilan, transparansi, kebebasan dan mengayomi bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam membawa spirit dan ajaran yang bersifat universal. Sebagai contoh&lt;br /&gt;perintah ber-wudhu sebelum shalat, hal ini berarti bahwa hak harus dipenuhi&lt;br /&gt;sebelum kewajiban. Sebab pada dasarnya shalat adalah kewajiban seseorang&lt;br /&gt;sedangkan wudhu merupakan hak yang diperoleh oleh setiap muslim, karena&lt;br /&gt;bersuci merupakan bagian dari iman. Membersihkan diri dari kotoran dan kuman&lt;br /&gt;tidak sama dengan wudhu. Sebab wudhu berfungsi mensucikan badan tidak&lt;br /&gt;hanya membersihkannya. Wudhu menjaga setiap anggota tubuh dari polusi lahir&lt;br /&gt;dan batin. Dan masih banyak lagi kegiatan menyucikan diri, selain wudhu seperti&lt;br /&gt;bersuci dari hadats besar, haid, dan sebagainya yang bermanfaat bagi&lt;br /&gt;kesehatan dan keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosullullah SAW bersabda "Inna libadanika 'alaika haqqon", sebuah anjuran agar manusia&lt;br /&gt;mengutamakan haknya untuk beristirahat, agar mampu meneruskan kembali&lt;br /&gt;aktifitasnya. Istirahat, menjaga diri dari penyakit, dan rileks merupakan hak&lt;br /&gt;setiap manusia. Nabi SAW memerintahkan kepada kita untuk memberikan upah&lt;br /&gt;kepada pekerja sebelum kering keringatnya. Hal ini berarti Islam tidak&lt;br /&gt;mengkultuskan kaum borjuis, bangsawan, majikan, dan atasan. Melainkan&lt;br /&gt;mendahulukan hak seorang hamba, fakir miskin, para pekerja, janda, dan orang-orang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memerdekakan budak merupakan sangsi yang harus ditunaikan&lt;br /&gt;oleh orang yang melanggar sumpah. Islam juga menganjurkan untuk&lt;br /&gt;memberikan makanan di kala paceklik, dan memperhatikan anak yatim. Dengan&lt;br /&gt;kata lain Islam menjunjung tinggi egaliter (kesetaraan) dan tidak hanya&lt;br /&gt;mengutamakan kesalehan ritual saja, melainkan juga kesalehan sosial.&lt;br /&gt;Isu gender yang bergulir dewasa ini, sebenarnya didahului oleh Islam. sebab&lt;br /&gt;perempuan memiliki kedudukan setara dengan laki-laki, sebagaimana&lt;br /&gt;perempuan memiliki syariat secara independen. Seperti haid dan nifas yang&lt;br /&gt;tidak mungkin dialami oleh laki-laki. Bahkan Islam menempatkan "surga dibawah&lt;br /&gt;telapak kaki Ibu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghormati dan mencium tangan kedua orang tua walaupun berbeda agama&lt;br /&gt;merupakan anjuran Islam. Apabila orang tua berbuat semena-mena terhadap&lt;br /&gt;anaknya dan mengajaknya untuk mensekutukan Allah SWT, seorang anak&lt;br /&gt;dilarang untuk mengejek dan memusuhi orangtuanya. Islam malah&lt;br /&gt;menganjurkan agar senantiasa berbakti kepada keduanya.&lt;br /&gt;Allah SWT menganjurkan kepada pihak yang kuat untuk melindungi yang lemah,&lt;br /&gt;dan orang yang lemah menerima pertolongan tersebut sebagai haknya bukan&lt;br /&gt;tuntutan terhadap orang yang lebih kuat. Sebagaimana hak seorang istri&lt;br /&gt;mendapat perlindungan dari suaminya. kedudukan kaum adam diatas (qawwam,&lt;br /&gt;red) kaum hawa bukanlah monopoli, melainkan hubungan simbiosis mutualisme.&lt;br /&gt;Sebab secara lahiriyah kaum adam mendapatkan anugerah lebih dibanding&lt;br /&gt;dengan kaum hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaidina Umar Ibnu Khatab R.A. menegaskan bahwa tanggung jawab dan&lt;br /&gt;kepedulian penguasa terhadap kemakmuran rakyatnya merupakan sebuah&lt;br /&gt;keharusan. Apabila penguasa tidak memperdulikan rakyat dan hanya&lt;br /&gt;memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau golongan berarti ia&lt;br /&gt;telah melakukan tindakan kriminal yang sangat kejam.&lt;br /&gt;Hak hidup manusia dijamin oleh Islam. setiap manusia baik yang beragama atau&lt;br /&gt;tidak, dilindungi nyawa, harta, dan kehormatannya. Merampas, mencuri,&lt;br /&gt;bersikap apriori, berbohong dan membunuh merupakan kejahatan yang&lt;br /&gt;menjadikan seseorang kehilangan identitas keimanannya. Walhasil Islam&lt;br /&gt;menganjurkan untuk memenuhi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia&lt;br /&gt;sebelum membebani kewajiban terhadap mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5733756576308077926-2905235833961516427?l=aminfikar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aminfikar.blogspot.com/feeds/2905235833961516427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/2009/03/esensi-hak-asasi_09.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default/2905235833961516427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default/2905235833961516427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/2009/03/esensi-hak-asasi_09.html' title='Esensi Hak Asasi'/><author><name>aba hirzihim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09192297915103807489</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5733756576308077926.post-866805966805082437</id><published>2009-03-09T20:53:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T21:01:44.800-07:00</updated><title type='text'>Maaf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Z6FdT2lIlTw/SbXlXj-8VII/AAAAAAAAAAs/uQeTUuqZUHk/s1600-h/art.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 231px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z6FdT2lIlTw/SbXlXj-8VII/AAAAAAAAAAs/uQeTUuqZUHk/s320/art.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311403528512361602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Saat jiwa ini sekembali dari neraka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Melewati pertarungan yang menguras gairah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Menjilat tiap babak dalam drama adu raga&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasakan keletihan memanggul beban kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Saat hati ini ingin berteriak keras atas kekalahan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Menggakui semua keburukan dari jiwa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melontarkan tiap kesombongan dan kebodohan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Mengucapkan rasa penyesalan yang melukai cinta&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Akan kusampaikan padamu cinta&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kau menusukku dengan kata-kata hina&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;membunuhku dengan tamparan amarah jiwa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Aku terima semua dengan lapang dada&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5733756576308077926-866805966805082437?l=aminfikar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aminfikar.blogspot.com/feeds/866805966805082437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/2009/03/maaf_09.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default/866805966805082437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5733756576308077926/posts/default/866805966805082437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aminfikar.blogspot.com/2009/03/maaf_09.html' title='Maaf'/><author><name>aba hirzihim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09192297915103807489</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z6FdT2lIlTw/SbXlXj-8VII/AAAAAAAAAAs/uQeTUuqZUHk/s72-c/art.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
